Inilah Dosa yang 1000 Kali Lebih besar dari Berzina

Kita sebagai muslim yang mempercayai benarnya hari dimana kita akan bertemu dengan sang pencipta, tentu kita menghindari berbagai macam dosa yang menyebabkan Allah menimpakan azabnya kepada kita, dengan berbagai upaya, kita menjauhkan diri dari berbagai kebahagiaan dunia yang menipu, dan memilih menjadi salah satu bagian dari mereka yang berbakti kepada tuhannya, walau pedih.




Kita percaya bahwa kebaikan akan di balas dengan kebaikan pula, karena tidak ada yang pantas untuk membalas kebaikan selain kebaikan, kita percaya, semua kesedihan kita akan di hapus dan di gantikan dengan kebahagiaan yang tidak ada tandingannya, semoga Allah melimpahkan rahmatnya kepada kita semua, aamiin…

Salah satu upaya yang kita lakukan agar terhindar dari azab Allah swt adalah menghindarkan diri kita dari dosa, dari berbagai macam bentuk dosa, ada beberapa dosa besar, salah satunya adalah berzina, berzina yang di maksud disini adalah berzina yang langsung berhubungan tubuh dengan lawan jenis yang bukan mahram.


Adapun juga hukuman bagi para pezina, Jika zina dilakukan oleh orang yang belum menikah, maka pelaku zina harus dirajam di hadapan penduduk sebanyak seratus kali. Sementara bagi yang sudah menikah namun melakukan zina dengan yang bukan mahramnya, maka hukumannya dirajam sampai mati.




serem yaa, coba bayangin jika ibu kita, keluarga kita, atau bahkan saudara kita melakukan dosa besar ini, apa yang kita rasakan, kita pasti akan merasakan suatu rasa yang dahsyat, sesuatu yang belum pernah kita rasakan sebelumnya, sesuatu ketidak relaan jika keuarga kita melakukan hal hina ini, jelas jika berzina termasuk dosa besar, karena banyak sekali azab yang di timpakan kepada seorang pezina, bukan untuk dirinya sendiri , tapi bahkan untuk keluarga terdekatnya.



Kita setuju bahwa berzina merupakan dosa besar? tapi tahukah anda bahwa ada dosa yang lebih besar daripada dosa ribuan kali berzina? berikut kisahnya.


Pada suatu senja yang lenggang, terlihat seorang wanita berjalan terhuyung-huyung. Pakaiannya yang serba hitam menandakan bahawa dia berada dalam keadaan yang berdukacita. Tudungnya hampir menutup seluruh wajahnya. Tanpa hias muka atau perhiasan menghiasi tubuhnya. Kulit yang bersih, badan yang ramping dan rauk wajahnya yang ayu, tidak dapat menghapuskan kesan kepedihan yang dialaminya. Dia melangkah terseret-seret mendekati kediaman rumah Nabi Musa a.s. Diketuknya pintu perlahan-lahan sambil mengucapkan salam. Maka terdengarlah ucapan dari dalam “Silakan masuk”.

Perempuan cantik itu lalu berjalan masuk sambil kepalanya terus tunduk. Air matanya berderai ketika mula berkata, “Wahai Nabi Allah. Tolonglah saya. Doakan saya agar Tuhan berkenan mengampuni dosa keji saya.”

“Apakah dosamu wahai wanita?” tanya Nabi Musa a.s. terkejut.
“Saya takut mengatakannya.” jawab wanita cantik itu. “Katakanlah jangan ragu-ragu!” desak Nabi Musa.
Maka perempuan itupun berkata, “Saya… telah berzina.” Maka perempuan itupun berkata, “Saya… telah berzina.”
Kepala Nabi Musa terangkat, hatinya tersentak. Perempuan itu meneruskan, “Dari perzinaan itu saya telah hamil. Setelah anak itu lahir, terus saya cekik lehernya sampai mati,” ucap wanita itu lalu menangis teresak-esak. Nabi Musa berapi-api matanya. Dengan muka berang ia mengherdik, “Perempuan celaka, pergi kamu dari sini! Agar bala dari Allah tidak jatuh ke dalam rumahku kerana perbuatanmu. Pergi!” teriak Nabi Musa sambil memalingkan mata kerana jijik.
Perempuan berwajah ayu dengan hati bagaikan kaca membentur batu, hancur luluh segera bangkit dan melangkah keluar. Ratap tangisnya amat memilukan. Dia tidak tahu harus kemana lagi hendak mengadu. Dia tidak tahu mahu dibawa kemana lagi kaki-kakinya. Bila seorang Nabi sudah menolaknya, bagaimana pula manusia lain bakal menerimanya? Terbayang olehnya betapa besar dosanya, betapa jahat perbuatannya. Dia tidak tahu bahawa sepeninggalnya, Malaikat Jibril turun mendatangi Nabi Musa.

Jibril lalu bertanya, “Mengapa engkau menolak seorang wanita yang hendak bertaubat dari dosanya? Tidakkah engkau tahu dosa yang lebih besar daripadanya?” Nabi Musa terperanjat. “Dosa apakah yang lebih besar dari kekejian wanita pezina dan pembunuh itu?” Maka Nabi Musa dengan penuh rasa ingin tahu bertanya kepada Jibril. “Betulkah ada dosa yang lebih besar daripada perempuan yang nista itu?”

“Ada!” jawab Jibril dengan tegas. “Dosa apakah itu?” tanya Musa a.s. “Orang yang meninggalkan solat dengan sengaja dan tanpa menyesal. Orang itu dosanya lebih besar dari pada seribu kali berzina.”

0 Response to "Inilah Dosa yang 1000 Kali Lebih besar dari Berzina"

Posting Komentar